WAPRES MA’RUF: ‘LKUM SYARIAH, SOLUSI PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT BERBASIS MASJID’

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin, menjadi narasumber utama (keynote speaker) dalam Web Seminar (Webinar) bertema Membangun Peradaban Islam Indonesia Berbasis Masjid pada Rabu (8/7) siang, Pukul 13:00 – 15:00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Seperti dikutip dari laman http://www.wapresri.go.id/, Wapres KH. Ma’ruf Amin menyampaikan taushiyah-nya melalui video konferensi dari kediaman resmi di Jalan Diponegoro Nomor 2, Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi Daerah khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta.

“Salah satu kegiatan usaha berbasis masjid yang dapat dijalankan ialah pemberdayaan ekonomi umat melalui pendirian Lembaga Keuangan Ultra Mikro (LKUM) Syariah. Lembaga ini dapat memberikan akses modal bagi pedagang kecil yang tidak dapat mengakses modal di perbankan syariah karena tidak bankable (tidak bisa mengakses kredit perbankan),” tutur Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Dengan demikian, lanjutnya, kehadiran masjid dapat menjadi media untuk memberdayakan ekonomi umat, khususnya jemaah masjid, sehingga keberadaannya betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat di sekitar masjid.

Wapres KH. Ma’ruf Amin pun mengusulkan cara atau metode agar masjid berfungsi optimal sebagai media pemberdayaan ekonomi umat, khususnya terhadap jama’ah masjid, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Di antara cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjadikan para jemaah masjid sebagai mata rantai ekonomi yang terintegrasi (baik) sebagai konsumen, produsen maupun pemilik kegiatan ekonomi yang dibangun melalui masjid, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Dalam paparannya, Wapres KH. Ma’ruf Amin menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan ekonomi umat secara optimal melalui masjid. Hal ini mengingat peran dan fungsi strategis masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat.

“Masjid merupakan tempat strategis untuk pembangunan dan pemberdayaan umat, salah satunya dalam sektor ekonomi. Namun saat ini, potensi pemberdayaan ekonomi umat di masjid belum dimanfaatkan secara optimal,” papar Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Karena itu, lanjutnya, kita memerlukan peningkatan fungsi masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat. “Masjid juga sangat potensial menjadi basis pemberdayaan ekonomi umat,” imbuhnya.

Menurutnya, potensi masjid masih belum dapat dimanfaatkan secara baik dalam waktu yang cukup lama. Karena itu, penting sekali untuk mengembalikan salah satu fungsi masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat.

“Kondisi ini terjadi karena masih adanya pemahaman umat yang menilai masjid tidak tepat untuk dijadikan pusat aktivitas ekonomi. Untuk itu, diperlukan model bisnis yang mendorong jemaah untuk terlibat secara langsung di dalamnya,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Sunber : www.dmi.or.id