SEKILAS INFO
  • 3 minggu yang lalu / Alhamdulillah..telah memeluk islam dengan kesadaran sendiri Ibu Hardina Maharini Warga Griya Cimangir Blok A5 No 1. Gunungsindur Kab Bogor
  • 1 tahun yang lalu / Mari dirikan sholat karena sholat adalah tiang agama
WAKTU :

Syurga yang Luar Biasa untuk Mereka yang Gaya Hidupnya Juga Luar Biasa

Terbit 24 Agustus 2018 | Oleh : admin | Kategori : Ustadz Abdul Ghoni
Syurga yang Luar Biasa untuk Mereka yang Gaya Hidupnya Juga Luar Biasa

Abdul Ghoni (DQM)

Bogor, 24 Agustus 2018

Berbagi tatkala rezeki melimpah adalah hal yang biasa. Berbagi saat seseorang dalam kekayaan merupakan hal yang sudah jadi kenyataan. Berbagi di kala senang sudah menjadi perkara yang lumrah. Akan tetapi mau berbagi di kala sempit, dan terjepit adalah perkara yang sungguh teramat sulit. Tetap mau menyisihkan sebagian rezeki dalam kefakiran dan kemiskinan adalah sesuatu yang sangat luar biasa.

Begitulah memang Allah meminta kepada orang-orang yang mendambakan syurga sebagai tempat kembalinya. Begitulah Allah mengarahkan kepada setiap orang yang berharap ampunan setelah ia melakukan kesalahan. Begitulah yang Allah inginkan dari diri orang-orang yang beriman.

Sebagaimana termaktub dalam surat Ali Imran ayat 133 yang berbunyi:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.

Ayat di atas menjelaskan bahwa ampunan dan syurga begitu sempurna telah disiapkan oleh Allah bagi orang-orang yang berada pada level Muttaqin.

Kemudian pada ayat berikutnya di ayat 134, surat Ali Imran, Allah menjelaskan di antara ciri-ciri orang bertaqwa adalah:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ
orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.

Inilah ciri-ciri gaya hidup orang-orang bertaqwa yang Allah jamin akan mendapatkan nikmat luar biasa. Gaya hidup mereka tidak lumrah dan tidak biasa. Mereka berbagi di kala senang dan di kala susah. Mereka berbagi kala kaya ataupun miskin. Mereka berbagi setiap saat, kapan saja dan di mana saja tanpa ada batasan.

Seolah Allah ingin menyampaikan bahwa berbagi tak ada hentinya bagi orang beriman. Berbagi sudah menyatu dalam keseharian hidup orang bertaqwa.

Demi terwujudnya gaya hidup berbagi untuk semua orang, baik orang kaya atau miskin, Islam memberikan batasan minimum berbagi yang sangat-sangat sederhana. Di dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda:

“اتَّقُوا النَّارَ وَلوْ بِشقِّ تَمْرةٍ”
Lindungi diri kalian dari azab neraka walaupun dengan bersedekah setengah biji kurma.

Tak terbayang, Islam mendorong umatnya untuk membangun dinding pemisah antara diri mereka dan neraka hanya dengna setengah biji kurma. Setengah biji kurma sudah cukup untuk bisa berbagi. Tentu saja hal itu merupakan ukuran yang sangat ringan dan mudah untuk dikerjakan. Jangankan setengah biji kurma, begitu mudah bagi setiap orang untuk berbagi 1, 2, atau bahkan 3 biji kurma.

Ukuran minimum inilah yang kemudian membuka peluang berbagi untuk semua orang di setiap keadaannya. Aktivitas berbagi dengan standar yang sangat sederhana tersebut sudah cukup untuk mendapatkan pujian dari Allah dan dapat menjadi tabir pelindung bagi pelakunya dari azab neraka.

Hal senada juga disebutkan dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda:

“يَا أَبَا ذَرٍّ إِذا طَبَخْتَ مَرَقَةً، فَأَكْثِرْ مَاءَها، وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ”
Wahai Abu Zar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah air (kuah)nya kemudian berbagilah dengan tetanggamu.

Hadits di atas kembali menunjukkan betapa sederhananya ukuran dalam berbagi sehingga dapat dilakukan oleh orang kaya ataupun miskin. Adakah kita pernah berbagi sayur hanya kuahnya saja dengan para tetangga? Tentu saja lebih dari itu pun setiap orang mampu melakukannya. Jika berbagi kuahnya saja diperintahkan Rasulullah kepada sahabat Abu Dzar, maka berbagi lebih dari itu adalah sesuatu yang mulia. Tidak perlu berkecil hati dengan sederhananya sesuatu yang kita mampu berikan kepada orang lain. Hal yang luar biasa dari semua itu adalah adanya semangat hidup untuk selalu berbagi apapun keadaannya.

Harvey Mackinnon dan Azim Jamal dalam buku international best seller yang berjudul The Power of Giving. Buku tersebut secara spesial ditulis oleh keduanya pasca peristiwa Tsunami di Aceh pada tahun 2004 yang telah menggerakkan begitu banyak umat manusia untuk saling memberi dan berbagi. Mereka menjelaskan bahwa kebiasaan memberi akan menghadirkan kehidupan yang lebih tenang, nyaman dan membahagiakan.

Demikian luarbiasanya Islam sebagai sebuah jalan hidup. Islam menginginkan umatnya selalu berbagi yang akan membahagiakan dirinya sendiri dan berbahagia bersama orang lain. Berbagi juga menghadirkan kebahagiaan saat hidup di dunia dan saat berada di dalam syurga. Semoga Allah menjadikan “berbagi” sebagai kebiasaan dan gaya hidup kita semua!

SesudahnyaHow to Reach Unlimited Output

Tausiyah Lainnya