Tadabbur Juz 2, Surat al-Baqarah ayat 155-157

Ayat 155 di atas sangat relevan dengan keadaan saat ini di mana kita sedang diuji oleh Allah dengan beragam bentuk ujian. Disebutkan dalam al-Qur’an bahwa ujian yang Allah berikan dapat berupa rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, banyaknya orang yang kembali kepada Allah termasuk di antara keluarga kita, dan kekurangan buah-buahan. Hampir semuanya kita sedang rasakan saat pandemi ini.

Rasa takut, khawatir dan waswas terus menjangkiti setiap kita, karena hampir tidak ada tempat yang bisa dipastikan sterilnya dari virus yang tengah memporak-porandakan dunia.
Rasa lapar dan kekurangan harta, di mana tidak sedikit di antara saudara kita yang hari-hari ini menerima kenyataan pahit berupa diberhentikan dari pekerjaannya, sebagian lain mengalami omset penjualan yang terjun bebas, ada yang hutangnya terus bertambah, bahkan ada keluarga yang kehilangan sang Bapak yang selalu memenuhi kebutuhan pokoknya. Dengan adanya hal-hal tersebut, tidak mustahil bertambah jumlah saudara-saudara kita yang harus menahan lapar bukan karena berpuasa tetapi karena memang tidak ada yang bisa dimakan.


Ujian berupa meninggalnya orang-orang dekat. Hampir setiap hari kita menerima berita duka yang mengabarkan wafatnya orang-orang yang kita kenal, bahkan orang-orang yang setiap hari kita bisa bercengkerama.
Berkurangnya buah-buahan. Mungkin saja buah-buahannya ada, akan tetapi tidak ada uang yang bisa digunakan untuk membelinya.

Namun di balik ujian itu ada penghargaan dan apresiasi yang Allah berikan. Di balik ujian itu ada janji kemenangan bukan dari manusia, tetapi dari Allah yang tidak pernah mengingkari janji. Untuk siapa hal itu diberikan? Bagi mereka yang sabar dan tabah menghadapi ujian.

Orang yang sabar di antaranya cirinya adalah ia mengucapkan Innaa Lillaahi sesungguhnya kami adalah milik Allah. Tertanam dalam dirinya kepasrahan total kepada Allah (tawakkal) dengan kesadaran bahwa Allah dapat melakukan apa saja terhadap diri kita, dan semua ketetapan itu adalah yang terbaik bagi kita orang-orang beriman.

Ada tawakkal dan ada husnuzhon kepada Allah. Keduanya akan melahirkan kesabaran terbaik.
Jika itu ada pada diri seseorang, maka itulah tanda orang tersebut mendapatkan keberkahan dan kasih sayang Allah, serta merekalah orang-orang yang mendapatkan Hidayah.

Semoga Allah hadirkan dalam diri kita kemampuan untuk terus bertawakkal (berserah diri) kepada Allah dan terus berprasangka baik bahwa setiap kejadian adalah yang terbaik untuk setiap kita.

Semoga Allah selalu memberikahi semuanya..