Sholat Idul Adha dan Qurban Masjid Nuur Hidayah

Gunungsindur (11/08/2019), Gema takbir berkumandang di Masjid Nuur Hidayah, sejak matahari terbenam tanda memasuki 10 Dzulhijjah 1440 H. Di tanah suci umat muslim melaksanakan rangkaian ibadah haji. Umat muslim di wilayah Griya Cimangir melakukan ibadah puasa sunnah arofah, dilanjutkan melantunkan takbir, tahmid dan tahlil hingga malam hari, melaksanakan sholat idul adha dan berqurban.

Seperti tahun tahun sebelumnya, Dewan Kemakmuran Masjid Nuur Hidayah melaksanakan rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Diantara kegiatan yang dilaksanakan adalah penerimaan penyembelihan hewan qurban, shalat berjamaah Idul Adha, melakukan penyembelihan hewan qurban dan penyaluran daging hewan qurban yang telah disembelih.

Pada tahun ini DKM Nuur Hidayah menerima hewan qurban yang berasal dari para jamaah Masjid Nuur Hidayah sebanyak 5 Sapi dan 9 Kambing, ditambah lagi 5 ekor kambing dari pihak luar diantaranya dari Pon Pes Darul Quran, Sekolah Lab School, Perumahan De Latinos dan Perumahan Nirwana. Penyembelihan dan pembagian daging qurban dilaksanakan setelah shalat idul adha berjamaah.

Adapun pelaksanaan sholat idul adha dilaksanakan di dalam Masjid Nuur Hidayah bagi jamaah laki-laki dan di halaman pelataran masjid bagi jamaah perempuan. Shalat dilaksanakan tepat pada pukul 06.30 WIB dengan petugas : Ust. M Syaibani sebagai Imam, Ust. Khairul Saleh, S.Ag sebagai Khatib dan Ust. Sutrisno sebagai Bilal. Dalam khutbah nya sang khotib menyampaikan beberapa hal penting terkait ibadah haji dan ibadah qurban.

Sebagai umat muslim di Indonesia kita berharap dan berdoa agar saudara saudara kita yang sedang melaksanakan haji di tanah suci, diberikan kesehatan, keselamatan dan semoga menjadi haji yang mabrur. Kita juga diingatkan akan peristiwa sejarah Nabi Ibrahim dan ismail agar menjadi pembelajaran dan suri tauladan bagi kita semua. Apa yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Ismail adalah bentuk upaya menggapai ridho Allah. Ketaatan Nabi Ibrahim dan Kepatuhan Nabi Ismail kepada Allah adalah ujian yang nyata. Nabi Ibrahim adalah contoh seorang ayah yang bertaqwa dan ismail adalag contoh anak yang saleh dan sabar, hal ini diceritakan didalam alquran dengan sangat jelas yang tertulis dalam Surat Ash-Shaafat : 99-111. “Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111)

Perintah berkurban juga mengajarkan kita agar tidak kikir atas apa yang kita keluarkan untuk pengorbanan karena berkurban bagian dari ajaran islam untuk dapat saling membantu orang lain yang sedang kesusahan. Kurban juga dapat membersihkan diri dari sifat sifat buruk yang ada pada diri manusia sekaligus memperkuat ukhuwwah Islamiyah sesame muslim bahkan terhadap non muslim. Dalam berkurban kita diajarkan ketaqwaan yang penuh kepada Allah, hal ini dapat dijelaskan dalam ayat :
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)
Selain mengajarkan akan kepedulian, berkurban juga mengajarkan kita untuk menyadari atas problematika umat islam saat ini terutama terkait peningkatan SDM Umat Islam.
Kurban yang dilaksanakan di Masjid Nuur Hidayah dibagikan kepada para mustahiq di sekitar wilayah Griya Cimangir, yang terdiri atas :
RT 4 Sejumlah 71 Kantong
RT 5 Sejumlah 72 Kantong
RT 10 Sejumlah 116 Kantong
RT 1 Sejumlah 87 Kantong
RT 3 Sejumlah 111 Kantong
RT 9 Sejumlah 60 Kantong
Daging Kambing dan Sapi yang dibagikan ke wilayah perkampungan Cimangir sejumlah
Daging Kambing 80 bungkus dan Daging Sapi 50 Bungkus.

Semoga dengan pelaksanaan kegiatan kurban ini dapat lebih meningkatkan ketaqwaan dan ukhuwwah Islamiyah diantara kaum muslim warga Griya Cimangir (adm/why)*