SANTUNAN PEDULI YATIM DAN DHUAFA DITENGAH PANDEMI CORONA

Gunungsindur (9/6/20)- Memasuki bulan Ramadhan 1441 H, pada tahun 2020 ini terasa begitu berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Pada awal tahun ini, masyarakat indonesia, khususnya umat Islam diuji dengan adanya pandemi virus covid 19 yang masih berlangsung hingga bulan ramadhan tiba.

Pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan terkait pencegahan penularan virus Covid19 yang begitu cepat, diantaranya terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Ditengah masa berlakunya PSBB, kegiatan peribadatan di Masjid Nuur Hidayah tetap dilaksanakan dengan sangat memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Covid19. Diantara kegiatan yang diadakan oleh DKM Nuur Hidayah adalah Pemberian Santunan Yatim dan Dhuafa melalui Peduli Yatim Masjid Nuur Hidayah.

Pemberlakuan PSBB selama pandemi, tentunya sangat berpengaruh kepada tingkat kesehatan dan perekonomian masyarakat dan dampaknya juga sangat berpengaruh kepada para kaum dhuafa.

Maka dari itu Peduli Yatim Masjid Nuur Hidayah membuka peluang dan mengajak masyarakat khususnya umat muslim warga Griya Cimangir dan sekitarnya untuk membantu meringankan beban ekonomi bagi yatim dan dhuafa. Selain itu juga tujuan utama dari kegiatan ini adalah mewujudkan kepedulian kepada yatim dan dhuafa agar mereka tetap bisa berbahagia di hari raya.

Pada acara Santunan Yatim dan Dhuafa yang dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2020 ini , telah diserahkan paket santunan berupa uang dan paket sembako yg dibagikan kepada 21 Anak Yatim dan 35 Dhuafa yang terdiri dari 55 Paket Sembako dan total uang santunan senilai 9,8 Juta.

Acara santunan Peduli Yatim dan Dhuafa ini dihadiri oleh para pengurus DKM Nuur Hidayah, Tokoh Masyarakat, Para Guru dan Jamaah Masjid Nuur Hidayah, yang tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus covid 19. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Alquran dan sambutan oleh Ketua DKM Nuur Hidayah, H. Setia Basuki.

Dalam sambutannya, Ketua DKM mengatakan bahwa kita patut syukur karena kita masih dipertemukan hari ini dalam keadaan sehat waal fiat di masa pandemi Covid19, semoga tidak mengurangi semangat kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Beliau juga menyampaikan bahwa rasul sangat menganjurkan kita untuk mengasihi kaum dhuafa, bahkan rasul pernah menyuapi seorang pengemis buta yg notabene seorang yahudi.

Hadir pula dalam acara santunan, Ibu Tati Wisnu selaku Pengembang dari Perumahan Cimangir Serpong Estate dan juga selaku donatur, beliau sangat senang dan antusias dalam mendukung berlangsungnya kegiatan ini. “Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semoga Allah meluaskan rezeki agar kami dapat menyelesaikan pembangunan masjid ini” ujar Tati.

Sebelum pembagian santunan, acara diisi dengan ceramah/taushiah yg disampaikan oleh Ust. Apudin. Dalam ceramahnya Ust Apudin menjelaskan akan pahala yg besar bagi orang orang yang menyantuni anak yatim dan azab bagi orang yg menghardik dan memakan harta anak yatim. Di dalam surat Ad-Dhuha (Ayat 9-10) dijelaskan “Faammal yatiima fala taqhar. Wa ammassaaila fala tanhar

( Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardiknya ).

Beliau juga menyampaikan tentang keutamaan bagi orang orang yg menyantuni anak yatim , mereka akan bersama rasul di surga layaknya jari telunjuk dan jari manis, begitu sangat dekat.

Acara diakhiri dengan doa bersama yg dipimpin oleh Ust. Saepul Bahri, M.Pd dan dilanjutkan dengan buka bersama diantara pengurus dan para jamaah.

Semoga dengan dilaksanakannya acara ini dapat lebih meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap yatim dan dhuafa dan semoga dari doa doa yg dipanjatkan oleh para yatim dan dhuafa dapat memberikan keberkahan bagi kita dan semoga Allah cepat mengangkat wabah pandemi Covid19 ini dari bumi Indonesia. [Humas/WHY]

Sumber : peduliyatim.masjidnuurhidayah.org