PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW “Meneladani Sifat Ikhlas Rasul”

Gunungsindur,(09/12/2019)- Bertempat di Masjid Nuur Hidayah Perumahan Griya Cimangir Gunungsindur, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nuur Hidayah meyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 8 Desember 2019. Peringatan Maulid kali ini mengambil tema “Meneladani Sifat Ikhlas Rasul”. Kegiatan ini merupakan kegiatan Peringatan Hari Besar Islam yang terakhir diselenggarakan oleh Pengurus DKM Nuur Hidayah Periode 2017-2019.

Hadir pada acara tersebut para undangan dari para pengurus DKM Masjid / Musholla wilayah Gunungsindur, Badan Kontak Majlis Ta’lim (BKMT), Para Tokoh Masyarakat, Polsek Gunungsindur dan para ketua RT Wilayah Griya Ciamngir. Acara dimulai dari Ba’da Sholat Maghrib dengan pembacaan Ratibul Haddad. Setelah Sholat Isya Berjamaah acara dibuka dengan pembacaan Tilawatil Quran (Surat Al Ahzab : 21-22 dan 38-41) oleh Ustadz Andi Rahman dan dilanjutkan dengan pembacaan Manakib Simtud Duror yang dipimpin oleh Ust. M. Syaibani. Tidak lupa pula acara maulid ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari para santri Taman Quran Firdaus.

Hadir memberikan sambutan pembukaan oleh Ketua DKM Nuur Hidayah, H. Setia Basuki dan sambutan dari POLSEK Gunungsindur yang diwakili oleh AKP Samijo. Dalam sambutannya Ketua DKM berharap agar para jamaah dan kaum muslim di wilayah Griya Cimangir tetap bersatu dalam memakmurkan Masjid Nuur Hidayah dengan kegiatan kegiatan keagamaan. Selain itu AKP Samijo juga menyampaikan agar warga Gunungsindur khususnya Warga Griya Cimangir meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan sehingga lingkungan menjadi aman dan beliau juga mengingatkan agar kita semua dapat menjaga kerukunan dan toleransi diantara umat beragama. Sebelum berlanjut ke sesi acara berikutnya, dilaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim yang diberikan langsung oleh AKP Samijo dan Ust. Ahmad Subhan.

Acara ini pada kegiatan Maulid ini adalah Taushiah / Ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Subhan, M.Pd.I dari Majlis Dzikir As Samawat Al Maliki. Dalam taushianya Ustad Ahmad Subhan memberikan nasehat kepada para jamaah akan pentingnya sifat ikhlas seperti yang dicontohkan rasul. Dalam perjuangan rasul mendakwahkan islam, rasul selalu mendapat hinaan dan cacian bahkan rasul akan dibunuh oleh para kafir Quraisy. Tetapi apa yang dilakukan rasul adalah contoh teladan yang agung, rasul tidak membalas apa yang mereka lakukan tetapi rasul bersabar, berdoa dengan penuh keikhlasan agar kaum nya diberikan hidayah oleh Allah untuk dapat memeluk islam. Rasul juga memberikan suri teladan yang mat baik dengan mendatangi orang yang selama ini mendzoliminya, beliau mendatangi orang tersebut ketika sakit.

Nabi Muhammad begitu cinta kepada ummatnya sehingga sudah selayaknya kita pun sebagai ummatnya seharusnya mencintai dan menghormati nabi, karena seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya. Maka barangsiapa yang benar benar mencintai nabi maka kelak ia akan bersama nabi di surga nanti. “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Ali – Imran : 3 : 31)

Kemudian beliau juga menjelaskan makna ikhlas yang sebenarnya yaitu Inna Sholati Wanusuki Wamahyaaya Wama maati Lilahi rabbil alamaiin. Sesungguhnya Sholatku , Ibadahku, Hidupku dan Matiku hanya untuk Allah, itulah sebenarnya makna ikhlas yang paling murni. Selain itu beliau juga menasehati kepada kita tentang hadits :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga dengan peringatan Maulid ini kita dapat mengambil hikmah dan mengimplemtasikan akhlak nabi yang menjadi teladan bagi kita semua (Humas)