Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Nuur Hidayah

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Laa Ilaha illallah Wallahu Akbar
Allahu Akbar walillah ilhamd.

Memasuki bulan Dzulhijjah, Allah memerintahkan umat Islam untuk menunaikan ibadah haji. Bagi umat Islam yg tidak melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk memperbanyak amal ibadah diantaranya bersedekah, berpuasa pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.

Dalam mempersiapkan Hari Raya Idul Adha, DKM Nuur Hidayah tetap melaksanakan Sholat Idul Adha dan menerima dan menyalurkan hewan qurban. Pelaksanaan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Pada Idul Adha kali ini, Panita Idul Qurban DKM Nuur Hidayah menerima hewan qurban sebanyak 5 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Selain itu DKM Nuur Hidayah juga menyelenggarakan Sholat Idul Adha dengan bertindak sebagai Imam Ust. Drs. Odik Sodikin dan Khotib Ust. Drs. Budiman Al Hanif, M.A. dan Bilal Bapak Ganjar Pranoto

Dalam khutbah Ied, sang Khotib menyampaikan hikmah apa yg terkandung di dalam rangkaian peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim dan Ismail.

Kurang lebih usia 80 tahun nabi ibrahim menikah dengan Siti Sarah tetapi belum diberi keturunan. Lalu kemudian Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Hajar atas permintaan Siti Sarah. Lalu nabi Ibrahim diberi keturunan yaitu Ismail.

Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar bersama Ismail di gurun pasir yang gersang. Di tengah kesulitan Siti Hajar mencari air berlari antara Shofa dan Marwa dan Ismail menangis lalu ia menghentakkan kaki nya ke tanah dan keluar lah mata air yg kemudian disebut dengan air ZAM ZAM.

Setelah beberapa tahun berlalu Siti Sarah hamil atas izin Allah dan melahirkan Ishaq.

Kemudian Nabi Ibrahim kembali kepada Siti Hajar dan ia pun bermimpi, di dalam mimpi tersebut Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah untuk menyembelih Ismail sebagai tanda kecintaan dan ketaatan kepada Allah.

Di dalam surat Ash-Shaffat : 102 dijelaskan Nabi Ibrahim menceritakan atas apa ia mimpikan untuk menyembelih Ismail. Nabi Ismail menjawab bahwa agar Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah tersebut.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Nabi Ibrahim dan Ismail adalah sosok yang taat kepada Allah , mereka bersabar dalam menjalankan perintah dari Allah. Ketika Nabi Ibrahim akan menyembelih Ismail, datanglah Malaikat membawa seekor domba sebagai pengganti atas Ismail yang akan disembelih.

Hikmah perintah qurban adalah agar umat Islam totalitas atas ketaatan terhadap perintah Allah seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim. Selain itu berqurban juga berarti memotong sifat kebinatangan yang ada pada manusia dan rasa memiliki yang tinggi terhadap apa yg kita cintai di dunia.

Khutbah diakhiri dengan doa yang sangat khusu…Ya Allah bukalah hati para pemimpin kami, jadikan hati kami saling berkasih sayang. Jauhkan kami dari sifat takabur, terima lah ibadah dan qurban kami. Jadikan negeri kami baldatun thayyibatun warabbul Ghafur.

Semoga dengan doa yg dipanjatkan Allah mengabulkan doa doa kita dan semoga Allah segera mengangkat wabah pandemi virus Corona yang masih melanda di negeri kita. Aamiin YRA.