Memaknai 74 Tahun Kemerdekaan Negeri Tercinta

Abdul Ghoni (DQM)

Sebuah prestasi yang besar membutuhkan pengorbanan. Tanpa pengorbanan, akan sulit sebuah prestasi ditoreh. Pengorbanan dapat melahirkan sejarah. Di antara buahnya adalah tercapainya kemerdekaan Indonesia yang menjadi sejarah panjang negeri ini.

Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk menjalani kehidupan, bukan hanya sekedar hidup. Islam menginginkan umatnya memiliki hidup yang mulia, hidup berkualitas, hidup yang penuh tebaran manfaat, dan hidup untuk kehidupan yang lebih panjang melampaui batas usia manusianya.

Di antara bentuk dorongan itu adalah, bahwa Islam membangun kesadaran kepada umat agar hidupnya memiliki atsar atau bekas positif pasca kematian. Itu semua akan menjadi amal istimewa yang terus bernilai di sisi Allah, meskipun pelakunya sudah meninggal dunia.

Dalam surat Yasin ayat 12, Allah berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Allah mengingatkan bahwa manusia kelak akan dibangkitkan kembali. Pada saat itu yang dicatat bukan hanya amal realtime seseorang, akan tetapi juga bekas-bekas dari amal tersebut yang akan tetap diperhitungkan sebagai bagian dari amal itu sendiri.

Betapa pengorbanan dengan buah prestasi besar yang kemudian disebut sebagai sejarah, akan membuahkan amal shaleh jangka panjang yang melampaui usia pelakunya. Betapa dahsyatnya pengorbanan dan betapa luar biasanya sejarah yang sudah ditorehkan. Lebih dari itu, betapa besarnya anugerah di sisi Allah untuk sebuah sejarah.

Duh, betapa bangganya menjadi bagian dari pahlawan kemerdekaan, yang dengan harta, tenaga bahkan jiwanya telah membuat sejarah, sehingga kelak mendapatkan ganjaran yang tak ternilai dibandingkan gemerlap dunia.

Seorang Penyair Ibnu Duraid (wafat 321 H.) memberikan wejangan dalam baitnya:

وإنما المرء حديث بعده
فكن حديثًا حسنًا لمن وعى

Semua manusia akan diceritakan setelah ia meninggal dunia Maka usahakanlah agar cerita tentang kita adalah cerita yang baik
(bagi yang menyadari itu semua)

Yuk terus berkurban untuk negeri ini, sehingga ada sejarah yang tertoreh, demi ganjaran tak terputus berupa amal jariah!