SEKILAS INFO
  • 3 minggu yang lalu / Alhamdulillah..telah memeluk islam dengan kesadaran sendiri Ibu Hardina Maharini Warga Griya Cimangir Blok A5 No 1. Gunungsindur Kab Bogor
  • 1 tahun yang lalu / Mari dirikan sholat karena sholat adalah tiang agama
WAKTU :

Tadabbur Surat Al-Qashash 76-82

Terbit 23 September 2021 | Oleh : admin | Kategori : TAUSHIAH / Tsaqofah
Tadabbur Surat Al-Qashash 76-82

Ust. Abdul Ghoni, M.Hum

Untung Ga Kebujuk Qarun

Mungkin di antara kita ada yang pernah tergoda dengan orang yang jauh dari Allah tetapi hidupnya bergelimang harta. Kadang kita tertarik untuk mengikuti langkah seseorang dalam mencari uang, padahal jelas bahwa jalannya menyimpang. Mungkin pernah terbersit untuk menduplikasi cara sukses orang lain, padahal caranya orang tersebut dalam mengumpulkan pundi-pundi harta sangat buruk.

Fenomena manusia menghalalkan segala cara untuk mengejar dunia sudah semakin nampak. Orang tidak lagi peduli dengan etika, akhlak, bahkan agama demi mengejar impian dunianya. Bahkan tidak mustahil ada yang menggadaikan iman dan aqidahnya demi sejumlah uang yang diharapkan.Orang tidak lagi malu menjual dirinya agar rekeningnya terus bertambah dan bertambah. Orang tidak peduli siapa yang dizalimi demi raihan cita-cita dunia berupa pangkat dan jabatan.

Nah, bagaimana al-Qur’an mengisahkan kepada kita tentang itu semua?

Dulu pada zaman Nabi Musa, ada banyak orang yang terkesima, terpesona dan tergoda dengan limpahan harta yang dimiliki Qarun. Saking banyaknya harta itu, hingga dibutuhkan beberapa orang yang sangat kuat untuk menggotong kunci-kunci tempat Qarun menyimpan harta. Hal itu disebutkan dalam surat Al-Qashash ayat 76 yang berbunyi:

وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ
Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat

Kemudian Allah menggambarkan betapa besarnya pengaruh limpahan harta Qarun kepada orang-orang di sekitarnya. Setiap kali keluar dari istananya, orang-orang yang melihat nampak berdecak kagum seraya menginginkan semua yang dimiliki Qarun. Fenomena tersebut digambarkan dalam surat al-Qashash ayat 79 Allah berfirman:

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ ۖ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”

Sudah menjadi fenomena sejak lama betapa harta begitu menggiurkan. Salah satu tabiat manusia yang terus diwarisi turun-temurun adalah silau terhadap harta, bahkan jikapun harta itu dimiliki oleh orang yang kufur kepada Allah.

Apa yang dilakukan orang shalih kepada Qarun?

Pengingatan dan perinagan dari orang yang shalih harus terus mengiringi perjalanan hidup manusia. Ia harus terus mengingatkan, baik kepada si pemilik harta ataupun kepada orang-orang yang mengagumi harta yang ada di tangan orang zhalim. Hal tersebut sudah dilakukan oleh orang shalih kepada Qarun pada masanya, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Qashash ayat 76, Allah berfirman:

إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ
“Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”

Memang sebenarnya tidak ada yang perlu disombongkan dan dibanggakan. Semua adalah titipan dan bersifat sementara! Allah yang memberikan semua harta itu kepada manusia sebagaimana kehendak-Nya. Sehingga tidak ada yang perlu dibanggakan, apalagi jika harta yang diangan-angankan tersebut berselimutkan kezaliman, keharaman dan kekufuran.

Qarun termasuk orang yang sangat sombong dengan harta yang dimiliki. Ia merasa semua prestasinya semata-mata karena kehebatan diri. Sikap membanggakan diri Qarun juga diabadikan dalam al-Qur’an surat al-Qashash ayat 78 yang berbunyi:

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي ۚ
Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”

Betapa sombongnya Qarun, yang merasa apa yang dimiliki semata-mata karena kehebatannya. Padahal jelas itu semua dari Allah sebagaimana juga disebutkan dalam surat al-Qashash ayat 76 di atas.

Apa yang dilakukan orang shalih kepada orang-orang yang hidup bersama Qarun?

Selain menasehati Qarun, orang shalih juga memberikan nasehat kepada kaumnya agar tidak terus-menerus berada dalam kekaguman yang keliru. Dalam surat al-Qashash ayat 80 Allah berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar

Sad Ending Qarun

Seiring berjalannya waktu, dengan kesombongan Qarun yang berlebihan terhadap dirinya, dan tidak mengakui bahwa semua harta itu adalah anugerah Allah, maka kemudian Allah menjatuhkan hukuman atas Qarun masih hidup di dunia. Gambaran hukuman Alah diceritakan dalam surat al-Qashash ayat 81:

فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ
Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)

Begitu mudahnya Allah ketika ingin menghukum hamba-Nya, cukup dimasukkan ke dalam bumi dan selesai tanpa bekas. Tidak ada sedikitpun kesulitan dan tak ada seorang pun yang mampu memberikan pertolongan kepadanya. Harta yang melimpah ruah sekalipun tidak berarti apa-apa di hadapan hukuman Allah.

Testimoni Mereka yang Terhindar Fitnah Qarun

Barulah kemudian orang-orang yang hidup bersama Qarun menyadari dan betapa bersyukurnya mereka tidak terpengaruh oleh apa yang dilakukan Qarun. Ungkapan kesadaran mereka termaktub dalam surat al-Qashash ayat 82 berikut ini:

لَوْلَا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”

Mereka pun membayangkan, sepertinya mereka akan ikut dibenamkan jika memiliki harta yang banyak dan kufur kepada Allah. Untung ga kebujuk Qarun!

Mudah-mudahan Allah terus membimbing kita da keturunan kita semua agar senantiasa berqudwah kepada kebenaran, terutama dalam mencari harta yang terbaik. Ya Allah, tunjukkanlah kebenaran sebagai benar dalam pandangan kami dan berikan kami kemampuan untuk mengikutnya. Serta tunjukkanlah kebatilan sebagai sesuatu yang batil dan berikan kami kemampuan untuk menghindarinya!

Semoga penuh berkah dan manfaat!
Abdul Ghoni

SebelumnyaTadabbur Surat Al-Mu’minun 112-114 SesudahnyaMaulidnya Pemimpin Dunia

Berita Lainnya