SEKILAS INFO
  • 1 minggu yang lalu / Alhamdulillah..telah memeluk islam dengan kesadaran sendiri Ibu Hardina Maharini Warga Griya Cimangir Blok A5 No 1. Gunungsindur Kab Bogor
  • 1 tahun yang lalu / Mari dirikan sholat karena sholat adalah tiang agama
WAKTU :

Tadabbur Surat Al-Balad Ayat 11-14

Terbit 20 September 2021 | Oleh : admin | Kategori : TAUSHIAH / Tsaqofah
Tadabbur Surat Al-Balad Ayat 11-14

Ust. Abdul Ghoni, M.Hum

Quantum Leap Akhirat

Dalam kehidupan dunia, kita mengenal beberapa istilah yang menunjukkan adanya capaian gemilang yang diperoleh seseorang dalam aktivitasnya. Tentu saja capaian tersebut dapat diwujudkan dengan semangat dan ghirah yang tinggi. Ada istilah “Quantum Leap” yang artinya; lompatan besar. Dalam dunia bisnis dikenal istilah “Scale up your business” yang bermakna; peningkatan skala bisnis. Ada pula istilah “Exponential growth”yang menunjukkan adanya peningkatan dan perkembangan bisnis yang melesat tajam. Dengan resolusi-resolusi tersebut sebuah perusahaan bisnis bersiap siaga untuk mengeluarkan energi dan potensi terbaik untuk mewujudkan apa yang diharapkan.

Ternyata hal-hal di atas tidak semata terkait dengan urusan dunia. Dalam urusan akhirat, Allah menawarkan “Challenge” orang-orang beriman, agar hidupnya penuh dinamika dan gerak yang akan memicu adrenalin sehingga lebih produktif dalam mengakumulasi kebaikan sebagai bekal kembali kepada Allah. Hal ini dapat diumpamakan seperti “Vaksin Booster” yang dapat menigkatakan amal shaleh seseorang meningkat tajam secara eksponensial.

Kenapa Manusia Tidak Memilih Jalan Mendaki?

Dalam Surat Al-Balad, Allah menawarkan kepada kita untuk memilih jalan “Al-‘Aqabah” yang secara bahasa berarti; jalan yang sulit di sekitar puncak gunung. Allah mendorong setiap orang agar memilih jalan yang penuh tantangan, untuk mengisi hidup yang cuma sekali. Sangat murah sekali hidup seseorang jika ia tidak dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang besar dan bermanfaat untuk kehidupan akhiratnya.

Dalam surat Al-Balad ayat 11, Allah menawarkan itu kepada manusia untuk memilih jalan yang penuh tantangan. Allah berfirman:

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ
Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar

Pada ayat sebelumnya, Allah menjelaskan beragam anugerah berharga pada diri manusia. Setelah hal tersebut diingatkan, Allah seolah menyayangkan dan mempertanyakan kenapa manusia tidak memilih jalan mendaki (Al-‘Aqabah). Menurut Imam Ath-Thabary, jalan “Al-‘Aqabah” itu adalah jalan kebaikan dan jalan menuju keselamatan.

Tidakkah sebaiknya manusia mengambil jalan yang mendaki? Mengapa manusia tidak termotivasi mengambil jalan yang berat? Pada umumnya jalan kebaikan itu seperti jalan mendaki dan menanjak yang sangat sulit, sehingga membutuhkan energi dan usaha yang lebih besar. Sementara jalan keburukan itu jalan yang menurun, beraspal dan licin, sehingga kendaraan dimatikan pun masih bisa berjalan. Pada Surat Al-Balad ayat 12 kembali disebutkan kata ‘Al-‘Aqabah”. Hal tersebut menurut Wahbah Zuhaily, menunjukkan keagungan dan keutamaan jalan mendaki tersebut.

Apa Jalan Mendaki Itu?

Pada ayat 13 surat al-Balad, Allah menjelaskan bahwa jalan mendaki pertama, yaitu;

فَكُّ رَقَبَةٍ
(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan

Jika sekarang tidak ada pembebasan budak seperti pada zaman jahiliyah. Bentuk amal lain yang dapat dilakukan adalah; memberdayakan orang fakir miskin, agar mereka bebas dari kesulitan mencari nafkah, atau membebaskan mereka yang sedang terlilit hutang riba para rentenir. Bentuk amal lain yang kontekstual di antaranya adalah membebaskan mereka para korban Pinjol illegal yang luar biasa sangat menghancurkan. Menolong orang-orang seperti ini, laksana menghadirkan kehidupan di tengah kesulitan yang sangat luar biasa.

Kemudian apa lagi?

Pada ayat 14 dari surat Al-Balad, disebutkan jalan mendaki kedua yaitu;

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ
atau memberi makan pada hari kelaparan,

Amal mendaki kedua inilah yang sangat relevan dalam kehidupan kita saat ini! Memberi makan pada hari yang sangat sulit. Berbagi makanan pada saat krisis dan paceklik akibat kemarau panjang atau krisis moneter. Termasuk yang sangat relevan adalah sikap tetap mau berbagi di saat pandemi. Tetap mengulurkan tangan ketika ada banyak orang yang harus menerima kenyataan pahit di-PHK oleh perushaannya, ketika tempat wirausaha bahkan bisnis besar yang terpaksa gulung tikar.

Inilah amal yang luar biasa. Ketika ada seseorang datang membawa makanan di saat mereka sedang sangat membutuhkan. Saat ada seteguk minuman hadir untuk membasahi lidah yang udah lama kering. Saat ada sepotong makanan mengisi perut yang lama tertahan karena tidak ada yang bisa dimakan. Saat seperti itulah, Allah akan menggolongkan orang yang melakukannya seperti orang yang memilih jalan mendaki.

Ganjaran Apa yang Sudah Disiapkan oleh Allah?

Memang jalan mendaki itu sulit, terjal, tinggi, sempit dan kadangkala rusak. Jalan mendaki itu penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan. Akan tetapi Allah sudah menyiapkan ganjaran dan balasan yang juga istimewa bagi siapa yang berani dan mau melakukannya. Allah memberikan gelar kepada mereka dengan sebutan “Ashabul Maymanah”; golongan atau kelompok kanan. Sebagaimana Allah sebutkan dalam surat Al-Balad ayat 18, yang berbunyi:

أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan

Menurut Imam al-Qurthuby dalam tafsirnya, “Ashabul Maymanah” adalah orang-orang yang kelak akan menerima buku catatan amal selama hidup di dunia dari tangan kanannya sebagai tanda keberhasilan dan kelulusan dari ujian sekolah selama di dunia.

Bagaimana Mulianya Ashabul Maymanah?

Dalam Surat al-Insyiqaq ayat 7-9, Allah SWT berfirman:

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ
Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya

فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا
maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah

وَيَنْقَلِبُ إِلَىٰ أَهْلِهِ مَسْرُورًا
dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira

Pada saat semua orang dihisab, maka mereka kelak akan mendapatkan hisab yang mudah dan gampang. Lebih dari itu mereka akan berkumpul kembali bersama keluarga di akhirat dalam keadaan bahagia, berkat perjuangan mendaki dan berat yang mereka lakukan selama hidup di dunia. Inilah hakikat tujuan hidup kita agar terhindar dari neraka dan Allah masukkan ke dalam syurga, sebagaimana disebutkan dalam surat at-Tahrim ayat 6.

Memilih jalan “Quantum Leap” dalam urusan akhirat adalah dengan memilih amal yang disebut dengan al-‘Aqabah. Jalan mendaki yang jika dipilih itu, Insya Allah akan mengantarkan kita menjadi bagian dari golongan Ashabul Maymanah.

Semoga penuh berkah dan manfaat!

SebelumnyaTadabbur Surat Thaha Ayat 132 SesudahnyaTadabbur Surat Al-Mu’minun 112-114

Berita Lainnya