SEKILAS INFO
  • 3 minggu yang lalu / Alhamdulillah..telah memeluk islam dengan kesadaran sendiri Ibu Hardina Maharini Warga Griya Cimangir Blok A5 No 1. Gunungsindur Kab Bogor
  • 1 tahun yang lalu / Mari dirikan sholat karena sholat adalah tiang agama
WAKTU :

Tadabbur Surat Yusuf Ayat 86

Terbit 16 September 2021 | Oleh : admin | Kategori : TAUSHIAH / Tsaqofah
Tadabbur Surat Yusuf Ayat 86

Curhat Kita Lebih Banyak kepada Siapa?

Hidup yang kita jalani adalah hidup yang tidak datar. Hidup manusia akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kadang seseorang sedang berada pada puncak kegemilangan dan keemasannya, pada saat yang lain seseorang berada pada puncak kesulitan dan kesedihan. Dalam surat Ali Imran ayat 140, Allah berfirman:

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

Dan masa (kesenangan dan kesulitan) itu Kami pergilirkan diantara manusia

Imam al-Qurthuby menjelaskan bahwa ayat ini turun terkait dengan jihad, di mana Rasulullah dan para sahabat kadangkala mendapatkan kemenangan, kadangkala menderita kekalahan. Imam al-Baghawi menjelaskan bahwa hari-hari terus berubah, ada kalanya ia adalah hari membawa keuntungan untuk kita dan di saat yang lain hari itu membawa kesedihan atas diri kita.

Imam Syafi’i melukiskan perubahan hidup manusia dalam bait syairnya yang sederhana.

وَلاَ حُزْنٌ يَدُومُ وَلاَ سُرورٌ ** ولاَ بؤسٌ عَلَيْكَ وَلاَ رَخَاءُ
“Tak ada kesedihan yang kekal, tak ada kebahagiaan yang abadi. Tak ada kesengsaraan yang bertahan selamanya, pun demikian halnya dengan kemakmuran.

Itulah sunnatullah dalam kehidupan manusia, bahwa kesedihan dan kesulitan dapat saja membersamainya. Bahkan terkadang ada yang merasa seolah semuanya datang bertubi-tubi. Belum selesai satu masalah, sudah datang problem yang lain.

Apa yang mesti kita lakukan, jika itu terjadi?

Mari kita lihat apa yang Nabi sampaikan dalam haditsnya. Dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah Rasulullah bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً اْلأَنِبْيَاءُ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ ُ
Manusia yang paling dashyat cobaannya adalah para anbiya’ kemudian orang-orang serupa lalu orang-orang yang serupa.

Para Nabi adalah manusia yang paling berat ujian dan cobaannya dari Allah. Oleh karena itu pada saat kita menghadapi ujian, hendaklah meniru apa yang dilakukan para Nabi yang banyak diceritakan dalam al-Qur’an. Di antara Nabi yang mendapat ujian berat adalah Nabi Ya’qub pada saat kehilangan anak yang paling ia cintainya, Nabi Yusuf. Di dalam al-Qur’an Surat Yusuf ayat 4 diceritakan betapa Nabi Yusuf sejak kecil memiliki tanda-tanda kemuliaan, di antaranya saat bermimpi ada benda-benda langit (bintang, matahari dan bulan) bersujud kepadanya. Namun kelebihan itu menjadi sebab yang mendorong rasa iri dan dengki pada diri saudara-saudaranya. Hingga akhirnya mereka membuang Nabi Yusuf ke dalam sumur sebagai upaya menghilangkan Nabi Yusuf dari tengah kehidupan keluarganya.

Bisa dibayangkan betapa sedihnya Nabi Ya’qub saat itu. Hingga dikisahkan tetesan air mata Nabi Yaa’qub saat menangisi hilangnya Nabi Yusuf, membuat indera penglihatannya tidak lagi berfungsi. Hal ini menunjukkan kesedihat yang teramat sangat. Hampir tidak terdengar seseorang sedih dan menangis hingga matanya buta.

Kemudian apa yang bisa kita contoh dari Nabi Ya’qub pada masa itu?

Gambaran di atas menunjukkan para Nabi juga manusia biasa yang dapat merasakan kesedihan. Namun yang patut dicontoh adalah apa yang dilakukan Nabi Ya’qub. Nabi Ya’qub pada saat itu Curhatnya kepada Allah.

Hal berbeda yang patut kita perhatikan adalah bagaimana generasi yang hidup saat ini menyikapi ujian yang berat dalam hidup. Apakah mereka juga Curhat? Dan Curhatnya kepada siapa? Banyak orang saat ini lebih banyak Curhatnya kepada manusia. Bahkan ada yang Curhat pertama kali saat terbentur ujian ke media-media sosial. Tentu saja hal ini tidak benar dan dapat mengakibatkan keadaan yang justru lebih buruk. Misalnya, ada seseorang Curhat di media sosial justru mendapat sambutan negatif berupa ejekan dan bullying yang sama sekali tidak meringankan masalah.

Jika kita perhatikan Surat Yusuf ayat 86, di dalamnya Allah mengabadikan apa yang dilakukan Nabi Ya’qub saat itu. Allah berfirman:

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku

Ayat di atas merupakan jawaban Nabi Ya’qub atas anak-anaknya , bahwa semua ujian yang berat hanya dicurhatkan kepada Allah semata. Dengan segala keadaan yang menimpa, bertambah ketergantungan Nabi Ya’qub kepada Allah dan hanya kepada Allah semua dicurhatkan.

Semoga dengan apa yang dicontohkan Nabi Ya’qub berupa Curhat sebanyak-banyaknya hanya kepada Allah akan menjadi salah satu cara kita melalui kesulitan yang selalu datang secara bergantian.

Berkah selalu untuk semua!
Abdul Ghoni

SebelumnyaTadabbur Surat Hud ayat 9-11 SesudahnyaTadabbur Surat al-Kahfi ayat 49

Berita Lainnya