SEKILAS INFO
  • 3 minggu yang lalu / Alhamdulillah..telah memeluk islam dengan kesadaran sendiri Ibu Hardina Maharini Warga Griya Cimangir Blok A5 No 1. Gunungsindur Kab Bogor
  • 1 tahun yang lalu / Mari dirikan sholat karena sholat adalah tiang agama
WAKTU :

Betapa Indahnya Hidup Tanpa Iri dan Dengki

Terbit 10 Agustus 2021 | Oleh : admin | Kategori : TAUSHIAH / Tsaqofah
Betapa Indahnya Hidup Tanpa Iri dan Dengki

(Tadabbur Juz 28, Surat al-Hasyr Ayat 10)

Salah satu hal yang membuat hidup seseorang tidak nyaman adalah adanya rasa iri dan dengki kepada orang lain. Penyakit ini begitu sulitnya untuk dihindari oleh setiap orang. Namun demikian bukan berarti seorang Muslim membiarkan saja penyakit hati tersebut tumbuh subur di dalam dirinya. Bahkan hal ini menjadi satu tantangan bagaimana setiap orang berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir dan menghilangkannya, mengingat betapa bahayanya penyakit tersebut. Di antara bahaya sifat iri dan dengki, disebutkan dalam hadits riwayat Imam Abu Daud bahwa ia dapat menghabiskan pahala seseorang seperti api memakan kayu bakar.

Dalam surat al-Hasyr ayat 10, Allah meminta agar setiap orang beriman untuk saling mendoakan satu sama lain. Mereka yang hidup mendoakan yang sudah wafat, yang muda mendoakan yang tua, atau mereka yang yunior dan senior. Doa mengisyaratkan adanya keinginan agar orang lain berada dalam kebaikan dan kebahagiaan. Baru kemudian setelah itu dilanjutkan dengan permohonan agar Allah jauhkan dari sifat iri dan dengki.

Dalam rangkaian ayat di atas ada pesan tersirat bahwa salah satu resep yang akan memudahkan sesama orang beriman agar terhindar dari sifat dengki adalah dengan saling mendoakan. Ketika seseorang menginginkan kebaikan atas saudaranya, temannya, dan tetangganya, yang diwujudkan dalam bentuk doa-doa, maka sejatinya hal itu akan mengikis dan menghillangkan penyakit iri dan dengki.

Hal yang luar biasa lagi, ternyata salah satu nikmat di syurga yang kelak Allah akan berikan kepada orang beriman adalah ketika Allah melepaskan rasa iri , dengki, dan dendam dari hati-hati para penghuni syurga. Hal tersebut digambarkan dalam surat al-A’raf ayat 43. Dalam ayat tersebut digambarkan terlebih dahulu nikmat dihilangkannya rasa dengki, baru kemudian disebutkan nikmat lainnya berupa mengalirnya sungai-sungai di dalam syurga.

Pada saat yang sama Allah ganti sifat dengki yang melahirkan permusuhan dengan persaudaraan yang saling mencintai di antara penghuni syurga, sehingga mereka bisa duduk di atas dipan-dipan dan saling berhadap-hadapan, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Hijr ayat 47.

Jika direnungkan lebih dalam, keceriaan saat berjumpa sesama orang beriman dengan saling menatap wajah satu sama lain baru dapat diwujudkan dengan sempurna ketika rasa dengki dan iri tidak lagi bersemayam dalam hati. Rasa iri dan dengki dapat membuat pertemuan dan senyuman menjadi terasa hambar dan tidak menyentuh hati.

Yuk terus saling mendoakan, semoga Allah mudahkan untuk tidak saling iri dan dengki, sehingga pada saat bertemu kita bisa saling berbagi senyuman dan kebahagiaan.

SebelumnyaPelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Nuur Hidayah SesudahnyaHijrah dan Ikhtiar Paripurna

Berita Lainnya